“Aku tidak peduli atas keadaan senang dan susahku, karena aku tidak tahu mana yang menurut Allah lebih baik untukku. Satu hal yang aku tahu, semua yang Allah berikan pasti itu yang terbaik untukku.”
(Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu)
Dalam hidup tidak semua hal yang terjadi sesuai keinginan kita, kadang kita menemukan kenyataan yang tak sesuai harapan. Berharap A, jadinya B. Maunya begini, jadinya begitu. Dalam urusan hati, berharap dicintai malah disakiti. Dalam urusan rumah tangga, berharap bahagia tapi malah penuh luka. Dalam urusan karir, berharap kesuksesan tapi yang ditemui malah kegagalan. Kadang hal itu sangat menyakitkan dan tak bisa kita terima dengan penuh kelapangan. Sehingga seringkali lisan mengatakan “Allah tidak adil, Allah tidak mengerti, Allah menghancurkanku dan kata-kata lain yang semuanya penuh kebencian terhadap takdir Allah” Naudzubillahi min dzalik
Percayalah tidak ada satu hal pun yang terjadi dalam hidup kita, kecuali Allah menyiapkan kebaikan di dalamnya. Allah memberikan sesuatu dalam hidup kita, pasti itu yang terbaik. Allah menunda sesuatu untuk kita, pasti Allah ingin membuat kita semakin baik dan Allah mengambil sesuatu pun untuk kita agar Allah mengganti dengan yang lebih baik. Lantas kenapa harus marah dan benci dengan takdir Allah?
Judul Buku: BELAJAR MENERIMA TAKDIR
Penulis: Ust. Hilman Fauzi
Halaman: 180 halaman
Ukuran: 15 x 23 cm
Cover: Hard Cover
Kertas: Book Paper
Segmentasi: Remaja & Dewasa